SIFAT-SIFAT KIMIA BAHAN BAKAR CAIR



TUGAS MATA KULIAH
BAHAN BAKAR DAN PELUMAS


SIFAT-SIFAT KIMIA BAHAN BAKAR CAIR

Disusun oleh
                            Nama                  :  Ripah Mulat Sari
                            NIM                    :  5202413050
                            Jurusan/Prodi    :  Teknik Mesin/Pendidikan Teknik Otomotif

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2016

SIFAT KIMIA BAHAN BAKAR CAIR

Selain sifat fisika bahan bakar cair juga memiliki sifat-sifat kimia yang menjadi karakteristik suatu bahan bakar dan membedakan bahan bakar cair dengan bahan bakar jenis lainnya. Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Contoh sifat kimia bahan bakar cair antara lain mudah terbakar, mudah meledak, dan beracun. Berikut ini pembahasan mengenai sifat-sifat kimia:

1.      Mudah terbakar
Premium, pertalite, pertamax, solar, dan biosolar termasuk zat yang mudah terbakar. Sifat mudah terbakar di dalam bahan bakar cair dipengaruhi oleh kandungan benzena di dalamnya. Kandungan benzena yang semakin tinggi pada bahan bakar cair akan mengakibatkan zat tersebut semakin mudah terbakar. Selain itu bahan bakar yang merupakan ikatan dari unsur C dan H mengandung hydrogen dimana sifat utama dari hydrogen adalah mudah terbakar. Semakin tinggi jumlah hydrogen di dalam suatu bahan bakar semakin mudah bahan bakar untuk terbakar.

2.      Berkarat (korosif)
Sifat kimia bahan bakar antara lain dapat menyebabkan korosi, hal ini dikarenakan dalam bahan bakar cair terdapat unsur logam Fe (besi) yang akan menjadi berkarat ketika bereaksi dengan O2 (oksigen) yang dihisap oleh mesin. Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam, seperti, besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat. Kandungan timbal pada bahan bakar juga mempengaruhi tingkat korosi suatu bahan bakar terhadap benda lain. Semakin tidak mengkorosi suatu bahan bakar, maka bahan bakar dinilai baik.

3.      Mudah meledak
Interaksi suatu zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti: magnesium, uranium dan natrium. Di dalam bahan bakar cair mengandung unsur magnesium, interaksi yang terjadi antara unsur magnesium yang terdapat di dalam bahan bakar cair memungkinkan suatu bahan bakar cair mempunyai sifat mudah meledak apabila bereaksi dengan oksigen yang terhisap oleh mesin.

4.      Kandungan racun (toxicity)
Kandungan racun pada bahan bakar dapat timbul melalui bau bahan bakar itu sendiri maupun melalui sisa-sisa proses pembakaran di dalam mesin. Sisa-sisa pembakaran yang tidak sempurna di dalam mesin yang berupa HCl maupun NOx merupakan senyawa kimiawi yang tergolong beracun dan berbahaya bagi manusia. Di dalam bahan bakar cair biasanya terdapat kandungan timbal (Pb). Timbal menyebabkan suatu zat menjadi tidah mudah mengalami korosi ataupun membuat suatu zat tidah mudah menngkorosi. Namun disisi lain kandungan timbal pada bahan bkar menyebabkan suatu zat menjadi beracun.

5.      Kandungan zat pecemar
Kandungan zat pencemar pada bahan bakar cair akan menentukan aman atau tidaknya bahan bakar cair tersebut untuk dapat digunakan pada kendaraan. Zat pencemar pada bahan bakar cair akan mungkin timbul pada sisa-sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin maupun sebelum bahan bakar terbakar.

6.      Nilai pH
Nilai pH pada bahan bakar cair diperlukan untuk menentukan dan untuk mengetahui keasaman dan kebasaan dari suatu bahan bakar. Nilai pH pada bahan bakar menunjukkan jumlah ion hydrogen (H+) dan ion hidroksil (OH-) yang terdapat pada bahan bakar. Peningkatan ion hydrogen berarti suatu zat akan semakin asam, sementara pengurangan ioh hydrogen (H+) dan penambahan ion hidroksil (OH-) akan mebuat suatu larutan menjadi semakin basa.

7.      Unsur-unsur penyusun senyawa bahan bakar
Di dalam susunan senyawa bahan bakar cair terdapat unsur-unsur yang menyusunnya. Dalam bahan bakar cair terkandung unsur-unsur bahan kimia diantaranya kandungan Carbon dan Hidrogen yang menyusunnya. Selain itu di dalam bahn bakar cair juga terdapat kandungan unsur-unsur lain seperti Fe (besi), Mn (Magnesiu), S (sulfur), metanol dan etanol.

8.      Sedimentasi (Endapan)
Sedimentasi bahan bakar merupakan seberapa besar endapan yang dihasilkan oleh bahan bakar cair apabila disimpan dalam waktu yang lama. Endapan pada bahan bakar cair bisa berupa kandungan logam berat yang ada di dalamnya maupun karena kotoran sisa-sisa dari proses destilasi.

9.      Sifat Kestabilan
Bahan bakar harus mempunyai sifat kestabilan yang tinggi, tidak mengandung olefin yang potensial maupun mengandung gum (non existant gum) selama proses penyimpanan yang dapat menimulkan deposit pada ruang bakar dan berpotensi menyumbat karburator.

10.  Partikulat
Kandungan partikulat tidak terdapat pada semua jenis bahan bakar, biasanya kandungan partikulat terdapat pada bahan bakar cair untuk diesel. Partikulat biasanya berupa zat padat sisa pembakaran pada mesin diesel. Partikulat yang dihasilkan dari sisa pembakaran juga menyebabkan polusi atau pencemaran pada udara.


·         Contoh Material Safety Data Sheet (MSDS) bahan bakar mesin bensin (pertamax)


·         Contoh Material Safety Data Sheet (MSDS) bahan bakar mesin diesel (solar)



Komentar

  1. alhamduillah ketemu nih rujukannya. recommended banget hehehehe

    BalasHapus
  2. keep searching in my blog yaahh,,,

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT PEMINDAH MATERIAL

MIMPI ITU MIMPI